Saturday, January 1, 2022

Berani melangkah


 Tahun ini ternyata bisa sulit. bisa juga tidak. Ada Omicron. misalnya. Yang terbukti merepotkan Amerika. Sudah ,sudah mencapai 450  ribuan per hari,  Jauh di atas kasus tertinggi gelombang dua dulu yang 250 ribuan. Tapi kematian lebih terkendali, artinya kesiapan menghadapinya meningkat. Tapi toh batas rawat inap sudah jadi 5 hari dari sebelumnya 10 hari., agar para petugas medisnya jangan kewalahan. Tapi di sini sedang baik-baik saja kasus covidnya. dua ratusan perhari, sembari terus waspada jangan sampai jadi seperi di bulan Juli tahun lalu.

Tahun ini juga sepertinya akan jadi tahun riuh politik. pemerintah kerja keras dengan politik yang semakin keras tapi belum se riuh di 2023. Saat semua sudah lebih terang dalam persiapan pertarungan persiapan 2024.

Pajak, selalu tidak bisa tercapai target ,12 tahun.. tapi tahun 2021 kemarin bisa. 

  Banyak usaha yang membeku, kena imbas covid, tapi yang sukses juga ada. Yang membedakan keduanya adalah resilience.

Dan untuk bisa bersaing, sepertinya harus mengandalkan Speed, Resilience, dan tentunya Integrity. Kecepatan dalam bertindak, Daya lentur dan bangkit dari kesulitan , serta satunya ucapan dengan tindakan.

 Kalau sudah begini, yang dibutuhkan adalah keberanian untuk ayunkan langkah.

Tahun  ini mesti lebih baik dari tahun kemarin.  Tetaplah fokus.


Friday, December 31, 2021

Ketoklah, maka pintu akan dibukakan

Mari melangkah. di alam yang lebih hijau. dengan langkah yang tidak goyah. dengan mata yang lebih tajam. untuk jadi bagian dari perubahan. Menjadi lebih baik. bermanfaat bagi alam. bagi sesama Selamat jalan kenangan. Kita buka lembaran baru untuk bangkit kembali dengan penuh asa wujudkan harapan. Doa kupanjatkan. kabulkanlah. 




Proyek Harapan

Menjalankannya memerlukan kehati-hatian. menduga sesuatu yang sudah lama belum berjalan, apakah bisa dijalankan di masa yang jauh berbeda, dengan sentuhan teknologi masa kini yang juga memanfaatkan beberapa peninggalan masa lalu.


beruntunglah aku, yang diberi tugas mengawasi, memberi nasehat, yang menjadi  lebih mudah karena berada di lingkungan yang bekerja keras. yang penuh asa  tekad mewujudkan  harapan menjadi kenyataan. Q4 2022. ! 






Mandalika. Contoh pembangunan

 Deru Superbike di November kemarin dan persaingan memperebutkan juara sampai lap terakhir, seakan menambah sensasi Mandalika - nama baru dalam blantika adu cepat sepada motor yang ada di pasaran. Lokasi yang indah, penduduk yang ramah, telah membuat mata dunia terpesona.  

Pembangunan sirkuit dan infrastruktur pendukung yang berkelas, membuatku terpana bila membandingkan dengan teralkhir kali menginjak kaki tiga tahun lalu. Ketajaman visi pemimpin negeri dan kemampuan mengeksekusinya yang luar biasa telah membuat banyak yang tidak percaya dengan apa yang nyata saat ini. 'saya orang Praya pak, orang sini. Saya termasuk yang tidak percaya saat ada yang bilang disini akan dibangun sirkuit' tutur Marif , driver baik hati yang mengantar saya mendatangi pantai pantai indah.


Bandara megah, jalan by pass BIL,  langsung memberi keyakinan bahwa daerah ini akan berkembang wisatanya dengan cepat. Masyarakat yang mengembangkan rumah mereka menjadi penginapan yang layak, seakan memastikan bahwa pembangunan ini akan bisa menyentuh masyarakat banyak.










Sunday, December 19, 2021

Tuntaskan Double Degree program, Waraney ikut Wisuda Binus University ke-64 Desember 192021

Waraney Mumbunan berhasil menyelesaikan program business management with entrepreneurship di Edinburgh Napier University Scotland dan berhak menyandang gelar Bachelor of Arts Honors, pada Juli lalu  
Selama mengikuti perkuliahan, Waraney juga
 menghadapi tantangan   tersendiri ketika harus sebagai penyintas covid-19.

Selama di UK, Waraney  tinggal di keluarga seorang dosen di fakultas ekonomi di Glasgow University yang membantu memahami cross cultural dan sosial ekonomi wilayah Skotland.


 Pada Desember ini ia juga termasuk dalam Wisuda ke 64 Binus University dengan mendapatkan  Sarjana Ekonomi dari jurusan bisnis Internasional.


Pada wisuda ke 64 yang dipimpin oleh rektor Binus University dan dilaksanakan secara online, disampaikan bahwa selama ini binus telah meluluskan lebih dari 130 ribu alumni , yang tersebar di perusahan perusahan global dan dan lokal terkemuka yang menjadikan jaringannya  lebih kuat. 2/3 lulusannya langsung bekerja maupun membangun usaha mandiri dalam kurun waktu 6 bulan. setelah lulus

 

para wisudawan  binusian ini yang mempunyai atribut striving for excellence , perseverance, integrity, respect, innovation , and team work , diharapkan dapat menjawab tantangan zaman yang makin memasuki era teknologi yang terus berkembang.



Diharapkan melakukan hal-hal yang jauh lebih baik karena menggunakan teknologi, tapi bukan karena kita digantikan oleh teknologi. ini merupakan tantangan era Industry 4.0 dan Society 5.0

Waraney yang terdaftar sebagai mahasiswa angkatan 2017 pada Binus Business School International Undergraduate program, dapat menyelesaikan tepat waktu. Program 3+1 yang  melaksanakan perkuliahan onsite di Kampus Binus Internasional di Gedung Josep Wibowo Center Hang Lekir Senayan itu, kemudian melanjutkan perkuliahan dan bimbingan proposal penelitian dan penulisan karya ilmiah di Edinburgh. 

 Sebanyak  70 lulusan dari program internasional double degree dari kampus mitra di Jerman, Inggris, Perancis, China, dan Australia ini di wisuda,



Friday, May 14, 2021

Hari Indah bersama

Suasana  hari ini mengingatkanku waktu  Natal kedua . 21 tahun lalu. Aku bersiap kembali kembali ke Pongkor. Tambang bawah tanah yang memproduksi emas. Untuk melaksanakan piket. bersama teman teman. Sudah ada jadwalnya. Kupeluk  Waraney yang belum genap satu tahun, dan aku bergegas ke lapangan. Subuh itu kami mesti memastikan jangan ada PETI masuki areal tambang. teman teman bergegas untuk bisa Sholat Ied dengan keluarga di rumah.  Shift siang, tambang sudah beroperasi normal lagi. 

Idul Fitri yang jatuh tanggal 27 Desember itu - selisih jumlah hari kalender kabisat dan Qamamiyah 11 hari- maka akan bisa terjadi 33 tahun kemudian. Padahal saat saat itu terasa unik nan indah, ketika saling mengucapkan selamat hari raya. 

Hari ini, suasana itu seperti itu terjadi juga. Selamat Idul Fitri dan Selamat merayakan kenaikan Isa Almasih, pertegas rasa persaudaraan dalam kemanusiaan. Kalaupun ada yang berbeda, adalah pandemi.

Dulu melambaikan tangan ke bus bus yang mengantar pulang karyawan. Kali ini,  di rumah kosong. Waraney mengirim wa dari  Isle of the Skye. Dia udah bukan bayi kecil lagi. 

 Dan dari telpon wa, ada yang ingatkan untuk streaming. Hari emang akan terus berganti.




Thursday, December 31, 2020

Tempa. Harapan Selalu ada.

Memang ini tahun yang sangat menantang. Tahun yang telah memaksa aku untuk rutin berolahraga. Dan berjemur. Tepatnya mengejar panas mentari. Meski sudah berbeda dari tahun tahun sebelumnya, ketika aku menyusuri trotoar jalan Senopati, mengelilingi distrik pusat bisnis Sudirman, sebelum masuk ke Gedung Energy.

Atau juga kelilingi danau buatan di Tanjung Gading nan indah yang di design apik oleh para pekerja Jepang, saat mereka juga membangun  peleburan aluminium primer satu satunya di negeri ini.

 Jalan pagi itu, suatu yang rutin, untuk jaga kebugaran. Mengejar vitamin D, sembari memijat kaki dengan injakan kaki telanjang pada batu batu yang menonjol di taman ibu Tien. Jalan kaki yang tidak perlu pakai masker. Karena masker hanya digunakan jsaat masuk area peleburan di Kuala Tanjung.

Namun tahun ini berbeda. Jalan kaki dilakukan jam 10. Berharap tubuh dapat kekebalan. Yang katanya akan lebih baik jika lewati hari dengan senyum. Da
n  gembira. Padahal sekarang pakai masker. Mau senyumpun tidak kelihatan. Pun karena mendekat untuk melihat senyum juga malahan menimbulkan kekuatiran.

Tahun ini banyak  dihabiskan di rumah saja. Dan aku bisa melihat kemajuan anakku dalam kemampuan memasak. 

Tapi tahun ini juga menjadi lebih mengenal Lembang. Alun alun, restoran Mandarin, dan tentunya Jalan Suka Senang. Juga sering menyusuri Balaikota, Wastu kencana, Sukajadi, Cihampelas. Tapi semua belum seperti yang kuharapkan. Tapi aku tersadar, bahwa kita bisa saja berencana. Dalam perjalanan waktu tahun ini, membuatku mendapat tempaan yang lebih menguatkan. Memberi keyakinan dan harapan, bahwa tahun  depan , akan lebih baik.

Welington, belahan yang lebih dahulu masuk tahun baru. Mereka menyambutnya dengan meriah. Anak aini nak disajikan pesta kembang api, kemudian Sydney harbour  penuh dengan pesta kembang api yang spektakuler. Seakan memberi sinyal harapan baru, meski disini Sudirman Thamrin tertutup untuk kita mrerayakan seperti mereka.

Tapi aku yakin ,  seperti  pada Wuhan, yang bisa bangkit karena aku mengenal warga dan keseriusan pemerintahnya saatsempat bertugas disana dulu.

Banyak hal besar yang awalnya seperti tidak mungkin, bisa kurasakan peluangnya menjadi mungkin, karena kita mengenal mereka yang melakoninya.  Dan akupun yakin, kita akan memenangkannya.

Selamat jalan 2020. aku menanti vaksin.